Dunia Semakin Ditinggal, Semakin Mendekat, Semakin Dikejar Semakin Menjauh


 Dunia Semakin Ditinggal, Semakin Mendekat, Semakin Dikejar Semakin Menjauh

Assalamualaikum. Salam Rahayu.
Ada sedikit cerita untuk pelajaran hari ini. Ada Orang alim miskin yang rajin beribadah, karena miskin dan tidak ada yang di urus beliau selalu jamaah tepat waktu, selalu ikut musyawaroh dimasjid, dia tidak disibukan oleh dunia, hidupnya sangat sederhana dan ikhlas.

Pada suatu ketika beliau tanpa sengaja mendapat bantuan dari pemerintah, karena beliau adalah salah satu orang tak mampu di desanya. (Jika jaman sekarang ya semacam PKH).

Buah Sirsak Kaya Antioksidan dan Nutrisi, Manfaatkan untuk Kesehatan Anda

Sekarang hidupnya agak membaik, Setelah musyawaroh dengan beberapa teman, dia memulai usaha berdagang, karena berdagang adalah sunah nabi. Dia sangat kecil mengambil laba, sehingga dagangannya laku keras, tak lupa dia juga sering bershodakoh,

Setelah 1 tahun berlalu, kehidupanya pun berubah, dia sudah tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah lagi, malah usahanya sudah besar dan dia sudah punya beberapa anak buah untuk mengurus usahanya.
Meskipun semua usaha dan asetnya di pekerjakan oleh anak buahnya, dia selalu telat berjamaah, dan terkadang masih sibuk dengan usahanya.

Suatu ketika dia curhat dengan sahabatnya, dia ingin seperti dulu lagi. Miskin gak papa tapi hidup tenang dan selalu tepat waktu saat sholat berjamaah.
Dia sudah berusaha menyodakohkan hartanya sebanyak banyaknya agar hartanya berkurang, tapi hasilnya malah bertambah banyak hartanya.
Dia mencoba menjual rugi dagangan dagangannya, nyatanya hartanya malah tambah lagi.

Minuman Perasan atau Jus Jeruk bisa Menurunkan Kolesterol dalam Darah, Berikut Cara Buatnya:

Dan disaat yang sama dia sedang ngobrol2 dengan salah satu anak buahnya, anak buahnya yang satu ini memang bekas preman yang sekarang bertaubat dan hanya saudagar inilah yang mau menerimanya menjadi salah satu anak buahnya, dan si bekas preman ini pun terdiam sesaat setelah mendengar curahan bosnya, lalu dia punya cara agar beliau tidak lagi mengurusi hartanya, yaitu masuk ke penjara.
Dan si anak buahnya pun menyarankan untuk memukul sultan yang dulu pernah membantunya di saat miskin dulu.

Kata si preman, besok adalah hari jumat, duduklah didekat sultan dan saat sesudah sholat jumat selesai, pukulah kepala sultan di depan umum, saya yakin anda akan masuk penjara dan hartamu tak akan mengikutimu ke dalam penjara.
Jumat pun tiba dia berangkat awal agar bisa duduk depan didekat sultan, saat sholat jumaat selesai, dia langsung memukul kepala sultan hingga pecinya terlempar, saat mau ditangkap.
Si Sultan pun melarangnya. Jangan... Jangan... Jangan... lihatlah yang keluar dari peciku itu. Jika dia tak memukulku, pasti Kalajengking itu sudah membunuhku.

Lalu si sultan pun berterima kasih dan didengarkan seisi masjid bahwa dia menyerahkan setengah hartanya untuk diberikan kepadanya.

Pelajaran yang kita ambil dari cerita ini adalah, Harta adalah titipan dan jika di catatan tuhan sudah di catat kaya, kau tidak akan bisa menolaknya, tapi jika di catatan alloh tertulis tak punya harta, berusaha sampai setengah matipun kau akan tetep tak berharta, tinggal kita nya menerima dengan ikhlaslah yang bisa menjadikan diri ini tenang. Wassalamualaikum.


Post a Comment

Previous Post Next Post